Kamis, 30 Agustus 2012

Pelanggaran Lalulintas

Jenis Pelanggaran Lalulintas untuk kendaraan roda 2 (dua).




 

Tilang adalah singkatan dari Bukti Pelanggaran. Terdapat 2 jenis surat tilang:
  • Form Tilang berwarna merah diberikan kepada kita saat kita melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas tapi kita bersikeras tidak mau mengakui kesalahan kita.Form Tilang warna merah mengharuskan kita datang ke Pengadilan setempat untuk membayar sejumlah denda sesuai dengan jenis pelanggaran yang kita buat. Setelah membayar sejumlah denda, barulah kita mendapatkan SIM ataupun STNK kita kembali yang tadinya di Sita ama Pak Polisi karena kita melakukan pelanggaran. Nah, karena kita nggak merasa bersalah, kita berhak untuk melakukan bantahan2 di pengadilan sebagai upaya pembelaan diri kita. So, apabila tidak terbukti bersalah gimana ? SIM ataupun STNK kita yang di sita ama Pak Polisi akan di kembalikan kepada kita dan kita dibebaskan dari denda sepeserpun.Tapi kalau terbukti bersalah gimana ? Ya udah, bayar aja tuh denda dan SIM atau STNK kita yang disita ama Pak Polisi akan langsung di kembalikan lagi ke kita begitu kita selesai melunasi dendanya. Namun pada penerapannya seringkali kita hanya melakukan pembayaran saja tanpa ada upaya pembelaan.
  •  Form Tilang warna biru diberikan kepada kita saat kita melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas tapi kita tahu, sadar dan bersedia mengakui kesalahan kita. Form Tilang warna biru tetap mengharuskan kita membayar denda tapi tidak ke pengadilan, melainkan ke Bank BNI atau BRI terdekat. Ntar setelah membayar sejumlah denda pada Bank tsb, kita akan menerima resi sebagai bukti pelunasan pembayaran denda yang akan kita tukarkan dengan SIM ataupun STNK kita yang di sita oleh Pak Polisi tadi. Namun biasanya Pak Polisinya kan keburu pergi ( tiap polisi lalu lintas punya jadwal rotasi pos tiap beberapa jam ), maka kita bisa ambil tuh SIM atau STNK kita pada Polsek yang ada di wilayah kita kena Tilang. Biasanya sih di Form Birunya di tulis nama dan alamat Polseknya. Atau jika kita bayarnya cepat, bisa langsung di ambil di tempat dimana kita kena tilang tadi ( pada Polisi yang sama tentunya ).

Trus, kalau nggak di kasih form warna biru gimana dunk ?

MINTA AJA !!!

Itu memang hak kita jika KITA TAHU AKAN KESALAHAN KITA DAN MENGAKUI JENIS PELANGGARAN YANG KITA LAKUKAN.
Kalau tidak, jangan coba2 deh…
Karena hampir sebagian besar polisi lalu lintas bakal marah kalau kalian meminta form biru tapi di awal2 kalian tidak tahu dan tidak mau mengakui kesalahan yang kalian lakukan.

Form biru tidak berlaku jika…

saat itu sedang diadakan giat 21 ( istilah polisi untuk Razia atau Operasi kelengkapan Surat2 kendaraan Bermotor / handak / maupun multisasaran ).
Jadi ada benarnya juga jika tuh Polisi bilang bahwa Form Biru tidak berlaku saat diadakan Razia / Operasi.  Namun jangan2 tuh Polisi juga ngawur ( untuk nutupin kesalahannya ), karena dalam penyelenggaraan suatu Razia atau Operasi,harus ada seorang polisi yang bertugas sebagai Padal ( Perwira Pengendali ) dengan pangkat minimal aiptu. Sang Padal ini bertanggung jawab langsung kepada Puskodalops ( Pusat Komando Pengendalian & Operasional ) ataupun kepada Kasatlantas wilayah tempat dia berdinas.  Selain itu dalam sebuah razia atau operasi harus ada Surat Keterangan Pelaksanaan Kegiatan dari komandan yang bersangkutan ( dalam hal ini Bapak Kasatlantas ataupun Wakasatlantas ) yang berisi : Tempat, hari, tanggal, jam, durasi pelaksanaan, target pelaksanaan operasi, penanggungjawab operasi ( nama sang Padal ), daftar nama anggota yang melaksanakan operasi pada hari itu, dan yang memberi ijin pelaksanaan operasi tersebut.
Kalau di Lalu Lintas sih namanya Operasi Zebra ( nggak pakai Cross lho…:D hehe ).


Penerimaan Menjadi Prajurit "PERWIRA KARIR TNI AD"

Info Penerimaan Menjadi Prajurit "PERWIRA KARIR TNI AD"
30.jpg

PERSYARATAN PENERIMAAN PRAJURIT KARIER

a. Persyaratan umum :

1) Warga Negara Indonesia, bukan prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS.
2) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3) Setia dan Taat kepada Pancasila dan UUD 1945.
4) Berkelakuan baik.
5) Sehat jasmani dan rohani.
6) Tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
7) Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti program Mahasiswa Beasiswa TNI calon Pa PK.
8) Bersedia menjalani ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun setelah dilantik menjadi Perwira TNI.
9) Bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah Republik Indonesia serta tugas lain.
10) Tinggi badan tidak kurang dari 160 Cm bagi Pria dan 155 Cm bagi Wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku dan disesuaikan kebutuhan Angkatan.
11) Harus ada persetujuan dari orang tua /wali bagi yag\ng belum berusia 21 tahun.
12) Bagi yang sudah bekerja :
a) Surat persetujuan dari Kepala Jawatan /Instansi yang bersangkutan
b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bial diterima.

b. Calon Pa PK TNI sumber S.I / D.III.

a) Berijazah Profesi ( Kedoteran, Farmasi, Psikologi ), Sarjana (SI) dan Program D.III Negeri atau yang dipersamakan, sesuai jurusan / program studi yang ditentukan dilengkapi dengan transkrip studi. Bagi yang berasal dari Perguruan Tinggi swasta harus sudah lulus ujian negara.
(1) Usia tidak lebih dari 25 tahun bagi D.III, 27 tahun bagi S.I lainnya, dan 30 tahun bagi profesi Dokter Umum dihitung saat pembukaan Dikma.
(2) Nilai IPK sudah akumulasi dengan ujian negara :
(a) Bagi Dokter Umum sekurang-kurangnya 2,10
(b) Bagi S 1 Apoteker dan Psikologi sekurang-kurangnya 2,25
(c) Bagi S 1 Lainnya sekurang-kurangnya 2,70
(d) Bagi D. III sekurang-kurangnya 2,50
b) Khusus untuk kedokteran, Farmasi dan Psikologi telah lulus dan mendapatkan ijazah profesi Dokter / Apoteker / Psikolog.

Catatan :
Usia dihitung mulai buka pendidikan pertama pada Minggu 11 Desember 2002.

PERSYARATAN PENERIMAAN PRAJURIT SUKARELA DINAS PENDEK

a) Persyaratan umum :

1) Warga Negara Indonesia, bukan prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS.
2) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3) Setia dan Taat kepada Pancasila dan UUD 1945.
4) Berkelakuan baik.
5) Sehat jasmani dan rohani.
6) Tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
7) Belum pernah nikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti program Mahasiswa Beasiswa TNI calon Pa PK.
8) Bersedia menjalani ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun setelah dilantik menjadi Perwira TNI.
9) Bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah Republik Indonesia serta tugas lain.
10) Tinggi badan tidak kurang dari 160 Cm bagi Pria dan 155 Cm bagi Wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku dan disesuaikan kebutuhan Angkatan.
11) Harus ada persetujuan dari orang tua /wali bagi yag\ng belum berusia 21 tahun.
12) Bagi yang sudah bekerja :
a) Surat persetujuan dari Kepala Jawatan /Instansi yang bersangkutan
b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima.

b) Calon Pa PSDP Penerbang.

1) Usia antara 18-22 tahun yang dihitung saat pembukaan Dikma.
2) Lulusan SMU program IPA.
3) NEM disesuaikan dengan rata-rata Nasional.

***
Bagi para Sarjana yang berminat dan menyukai tantangan / petualangan serta berjiwa patriotik, segera daftarkan diri anda di Kodam, Lanal, Lanud, Korem dan Kodim terdekat. Pendaftaran secara online serta info lebih lengkap dapat di akses melalui
 Rekrutmen
. sumber :  http://tni.mil.id/index2.php?page=perwirakarir.html